Jumat, 15 September 2017

Aksi Heroik Soeharto Ketika Islam Bosnia Dibantai Orang Kafir

Memang Masih banyak sisih yang membuat hati masyarakat indonesia yang melihat kisah Pak Harto dari buku Pak Harto The Untold Stories. Misalnya saja ketika Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin saat mengawal penguasa selama 32 tahun itu datang ke Bosnia pada 1995.  

Pada saat itu, di tengah baku tembak antara Bosnia serta juga Serbia, presiden suharto berkunjung dengtan berani  berkunjung ke Bosnia-Herzegovina untuk menemui Presiden Bosnia Alija Izetbegovic. Pesawat Soeharto terus menerus diawasi oleh beberapa senapan anti pesawat udara. 

Aksi Heroik Soeharto Ketika Islam Bosnia Dibantai Orang Kafir


Presiden ke-2 RI ini pun edang dibidik sniper dari kejahuan. Namun Soeharto tetap santao dan kalem saja saat melihat kejadian tersebut.  Saat itu Sjafrie yang berpangkat kolonel dan juga menjabat Komandan Grup A Paspampres

Pada saat masih berada di daerah Kroasia, terdengar dari surat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi Utusan Khusus PBB yyaitu Yasushi Akashi ditembaki ketika ia terbang ke Bosnia. Namun insiden penambakan berdarah tersebut tidak menyurutkan langkah Soeharto untuk memeperjuangkan muslim yang ada di Bosnia.  

 Memang keterbatasan kursi, hanya Sjafrie dan Mayor CPM Unggul yang hanya mengawal Soeharto dalam pesawat sewaan tersebut. Sjafrie juga menulis Soeharto juga tidak mau memakai rompi anti peluru serta helm baja. Padahal semua memakai rompi antipeluru yang memiliki seberat hingga  12 kg yang bisa menahan proyektil M-16. 

Pak Hartopun tetap menggunakan jas dengan kopiah khas cirinya tersebut. Sjafrie pun ikut-ikutan mengenakan kopiah yang dipinjamnya dari salah satu seorang wartawan yang sedang ikut perjalanan tersebut. 

"Ini memang dilakukan untuk menghindari beberapa sniper untuk mengelabuhi saja," kataSjafrie. ketika mendarat di Sarajevo, Sjafrie sedang melihat senjata 12,7 mm yang biasa digun4kan sebagai penghancur  pesawat terbang yang militer sedang mengikuti pesawat yang ditumpangi rombongannya. 

Ketika terjadi konflik, lapangan terbang saat itu telah dikuasai dua pihak. Pihak Serbia yang menguasai landasan dari ujung sampai ujung, Dan pada kiri-kanan landasan dikuasai Bosnia.  "Pak Harto pun langsung turun dari pesawat dan dengan sigak dia lnagsung berjalan dengan sangat tenang. Melihat Pak Harto begitu tenang,serta  moral dan kepercayaan diri kami sebagai pengawalnya pun juga ikut kuat, tenang dan mempunyai hati yang sangat mantap. 

Presiden saja berani, mengapa kami harus merasa gelisah," kataSjafrie.  Pak Harto lalu naik panser VAB yang disediakan PBB. Mereka langsung melewati beberapa sniper valley, sebuah lembah yang didalamnya penuh diisi penembak jitu dari kedua pihak yang akan bertikai. 

Untungnya tidak terjadi apa-apa ketika perjalanan. Soeharto pun tiba di istana kepresidenan Bosnia yang pada saat itu keadaanny sungguh memprihatinkan. Di dalam istana tidak ada air sehingga air bersih pun  harus diambil dengan menggunakan sebuah ember. 

Selama pertemuan, Sjafriejuga  melaporkan ada beebrapa tembakan meriam yang suaranya tidak jauh dari istana kepresidenan saat itu.  pada saat meninggalkan istana, Sjafrie pun langsung menanyakan kepada presiden Soeharto mengapa nekat mengunjungi Bosnia yang sangat berbahaya. yanag tidak memperdulikan  keselamatan dirinya.  "

Ya memang saat ini kitmerkea a tidak puny4 uang. Kita ini pemimpin Negara Non Blok tetapi tid4k punya uang. Disana negara sahabat kita yang saat ini sedang kesusahan, kita tidak bisa membantu dengan uang sja kita datang langsung. lalu kita liat sekarang. Yang penting orang yang kita datangi merasa sangat senang atas kehadiran kita, semangatnya naik dan mereka menjadi tambah semangat," katapak Harto.  Sjafrie saat itu sangat terpesona mendengar jawaban dari presiden suharto
Aksi Heroik Soeharto Ketika Islam Bosnia Dibantai Orang Kafir
4/ 5
Oleh