Minggu, 10 September 2017

Pemerintah Myanmar Perintahkan Militer Agar Warga Rohingya Masuk Rumah, lalu Dibom

Timeslib.com - Ada yang ada pada sejumlah warga etnis Rohingya dengan perahu tiba di kawasan pantai Shamlapur, Bangladesh. Mereka kini sedang panik dan juga sedang menangis, kemudian menceritakan kekejaman dari para tentara militer Myanmar dan juga para kelompok nasionalis Buddha di negara bagian Rakhine.  

Beberapa orang, termasuk pria, kini telah mulai terisak dan sudah tidakterkendali. Tubuh mereka seakan terengah-engah. Mereka seolah tidak percaya masih dapat bertahan hidup. Beberapa dari mereka disodori handphone oleh penduduk setempat sehingga mereka bercerita dan dapat merekam.  

Pemerintah Myanmar Perintahkan Militer Agar Warga Rohingya Masuk Rumah, lalu Dibom


Ada Seorang wanita paruh baya, yang berpakaian hitam, yang tengah mengamati cakrawala dengan cemas, yang ingin melindungi matanya. Wanita bernama Rohima Khatun itu sedang menunggu saudaranya.yang ada di Desa mereka di Distrik Maungdaw, Rakhine, Myanmar memang sudah diserang hingga 10 hari yang lalu.  

Dengan sangat terburu-buru mereka melarikan diri, mereka berpisah. dan juga berhasil menyeberang ke Bangladesh lewat jalur laut. Dia juga sangat berharap jika kalau saudaranya, Nabi Hasan, termasuk di antara ratusan orang yang datang lewat laut.  

Ketika kapal keempat mencapai pantai, dia juga menjerit dan mulai berlari. Seorang pemuda datang dengan terpincang-pincang yang ada seberang pantai dan keduanya saling berpelukan.  Nabi Hasan dan Rohima Khatun juga sudah tidak percaya bahwa mereka masih hidup dan dapat dipertemukan lagi.  

”Dia  Allah yanga menyelamatkan kita,” tutur gumam Rohima Khatun dengan langkah maju mundur. ”Saya sudah tak dapat berpikir bahwa saya bisa melihat kamu saat ini,” balas Nabi Hasan sambil mengusap air mata saudara perempuannya tersebut.  

”Desa kami saat ini sed4ng diserang oleh militer,” kata mereka. ”Bersama dengan para budha,” lanjut mereka merujuk pada komunitas nasionalis Buddha yang saat ini sedang tinggal di Rakhine. ”Kami adalah satu-satunya dari keluarga kami yang memiliki 10 orang selamat,” katamereka.  

Dil Bahar, wanita berusia 60-an tahun, yang terisak juga tidak terkendali. Suaminya, Zakir Mamun, pria lemah yang mempunyai jenggot tipis, berdiri di belakangnya.  Seorang anak laki-laki remaja sedang bersama mereka, serta lengannya terbungkus kain yang dililit tali. 

Pemerintah myanmar saat ini sedang memerintahkan para militernya supaya warga rohingya segera masuk rumah.entah tidak tahu perintah tersebut bertujuan baik atau tidak.Tetapi menurut penuturan warga rohingya mendapatkan informasi bahwa militer menyuruh mereka masuk ke rumah masing-masing agar cepat memusnakan para ras muslim dengan cara di bom.

Dan untuk Kelompok pengungsi Rohingya yang selamat dan telah kabur itu kini telah dipindahkan ke sebuah kamp pengungsi yang luas di Balukhali. Mahbub telah dibawa ke klinik yang telah dikelola oleh International Organization of Migration.
Pemerintah Myanmar Perintahkan Militer Agar Warga Rohingya Masuk Rumah, lalu Dibom
4/ 5
Oleh