Rabu, 08 November 2017

Lamaran Ditolak Karena Miskin, Pemuda Ini Nekat Bilang Berzina Dengan Anakmu

Lamaran Ditolak Karena Miskin, Pemuda Ini Nekat Bilang Berzina Dengan Anakmu

Sebuah kisah inspirasi yang dibagikan oleh pengguna Facebook bernama Arief Saifullah mengenai pernikahan menjadi perbincangan netizen di sosial media dan berbagai forum di dunia maya.

Sang gadis adalah merupakan salah satu yang telah disukainya sejak masih di bangku SMA. Namun mereka cuma sekedar bersahabat tidak lebih, tidak ada ikatan apapun. Berikut kisah lengkapnya:  

Pemuda : Assalamualaikum.  
Ayah Gadis : waalaikumussalam!  

Lantang pada saat Mendengar lantangnya suara Ayah si gadis, si pemuda kaku membatu. Kemudian si gadis mempersilahkan beberapa sahabat sekolahnya itu untuk duduk di kursi ruang tamu.

Gadis : Mari, silahkan duduk  
Pemuda : oh.,iyaa  

Pada saat mengucapkan salam dan berjabat tangan, duduklah si Pemuda di kursi yang hampir menghadap Ayah si gadis. Hanya koran yang akan menjadikanya ‘sitroh’ antara mereka.

Hampir 5 menit suasana senyap tanpa suara. Setelah itu sang ibu dari si gadis keluar dari ruang belakang membawa air dan kue kering. Si Pemuda pun tersenyum manis.  

Ibu Gadis : Silahkan diminum dulu nak. apakah sudah sarapan nak?  
Pemuda : Sudah Bu. Terima kasih.  
Ibu Gadis : kamu ini memang sangat malu-malu segala dengan kami.  
Pemuda : saya hanya segan Bu. Hehe  
Ayah Gadis : Maaf, saya lihat kamu ini sudah sering kemari, apakah ada yang ingin kamu tanyakan dan mau mengirim rombongan (lamaran)?
Ibu Gadis : eh, ayah ini? 
Pemuda : Hmm. Saya memang saat ini masih belum memiliki banyak uang Pak. Hehe  
Ayah Gadis : Ya kumpulin dulu dong, baru nanti kesini lagi.  
Pemuda : bapak dan ibu saya telah mempersiapkan beberpa uang uang untuk menggelar lamaran ini?  
Ibu Gadis : kalau bisa Rp.20.000.000,-  
Ayah Gadis : ehh, tapi kalau bisa lebih besar dari orang sebelah yang juga menaksir juga sama gadis.  Pemuda : Maaf, Berapa itu Bu?  
Ayah Gadis :Maharnya adalah  Rp.40.000.000,- syukur-syukur bisa lebih  
Pemuda : (Ya Allah, whhooa.. Rp.40.000.000,- memang darimana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu, aduh) itu merupakan nominal yang sangat Besar sekali Pak, apakah tidak bisa lebih sedikit, kita nanti dapat membuat acara sederhana saja. itu sudah sangat Cukup mengudang keluarga, saudara dan tetangga dekat?
Ayah Gadis : itu memang nasib kamu nak, kamu yang akan menikahi anak kami. dan Lagipula dialah satu-satunya anak perempuan kami.  

Si Pemuda pun hampir hilang akal sehatnya  ketika mendengar besarab ‘harga’ si gadis itu. Dan si Pemuda mencoba kembali ingin berdiskusi dengan orang tua gadis sang pujaan hatinya.

Pemuda : Apakah Boleh saya bertanya lagi, apakah anak bapak memang pandai memasak?  
Ayah Gadis : . Bangun tidur saja aku jam 10 lebih, bukan lagi bangun pagi lagi itu namanya. Habis bangun terus langsung makan siang dan tidur lagi.  
Ibu Gadis : Apa sih ayahnya ini, anaknya cuma mau dijadikan istri, dia malah cerita hal-hal yang sangat jelek.  
Ayah Gadis : Ibunya pun jug4 sama selalu suka terlambat bangun juga.  
Ibu Gadis : ih ayah ini!
Pemuda: iya cukup pak, sekarang s4ya sudah tau semuanya. Kalau boleh bertany4 lagi, bisa kah dia dapat membaca al-Qur’an?  Ibu Gadis: bisa sedikit-sedikit kok  
Pemuda : Apakah belajar dengan maknanya?
Ibu Gadis : mungkin. 
Ibu Gadis : Memang,kenapa?  
Pemuda : Oh, tidak apa – apa bu. Pertanyaan terakhir, apakah dia rajin sholat?  
Ayah Gadis : Apa maksud kamu tanya semua hal tentang ini !? Kamu adalah temannya sejak di sekolah. Harusnya kamu telah mengetahuinya
Pemuda : Maaf Bapak dan juga Ibu, Saya rasa dia tid4k bisa masak, serta tidak bisa sholat, tak bisa mengaji, tidak dapat menutup aurat dengan baik. Sebelum memang putri ibu menjadi istri saya, dosa-dosanya nanti jug4 akan menjadi dosa bapak dan ibu yang nanggung. dan Lagi pula memang sangatlah tidak pantas rasanya dia dihargai Rp.40.000.000,-. Kecuali halnya dia memang hafidz Qur’an 30 juz dalam kepala, pandai menjaga aurrat, diri, dan batasan-batasan agamanya. Barulah dengan mahar Rp.100.000.000,-pun s4ya usahakan secepatnya agar dapat membayar. Akan tetapi jika segala sesuatunya tidak wajib dibayar mahal mengapa harus dipaksakan segera dibayar mahal berarti membeli ? Seperti halnya pada mahar. Sebab sebaik-baik pernikahan adalah serendah-rendah mahar.

Mata ayah si gadis direnung sangat tajam oleh mata ibu si gadis. Keduanya nampak terdiam tanpa suara.  Sekarang ketiganya segera menundukkan kepala. Memang sebagian adat menjadikan anak perempuan untuk segera dijadikan objek menunjukkan kekayaan dan juga bermegah-megah dengan apa y4ng ada, terutama pada pernikahan.  Adat budaya memang sangat kerap sekali dengan mengalahkan perkara agama setempat. Para orang tua membiarkan bahkan akan selalu menginginkan anak perempuan dihias danakan  dibuat pertunjukkan di muka umum supaya terlihat wah.

Sedangkan pada ketika akad telah dilafadz oleh suami, nanti segala dosa anak perempuan tersebut akan segera ditanggung oleh pihak suami.  

Ayah Gadis : Aku cuma ingin anakku bahagia dan juga dapat merasakan sedikit kemewahan. Hal seperti tu kan hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.
Ibu Gadis : tentulah kami berdua pun juga turut gembira.  
Pemuda : sungguh demikian? bolehkah saya sambung lagi omongan saya? bapak, ibu.. saya bukanlah siapa – siapa. Sekarang dosa anak Bapak, Bapak juga yang akan selalu tanggung. Esok lusa setelah akad nikah terus dosa dia akan segera saya yang tanggung.  Belum lagi p4sti bapak dan juga ibu ingin sekali kami bersanding lama pada pelaminan yang sangat megah, anak Ibu dirias dengan beberapa riasan yang membuat putri bapak secantik-cantiknya dengan berdandan make up serta baju paling mahal, dan dilihat oleh ratusan undangan agar kami terlihat mewah pula.  

Salain setiap mata yang memandang kami akan selalu mendapat dosa besar. Apakah begitu sangat penting hal tersebut jika dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu berusaha untuk hidup sesederhana mungkin tanpamemeperlihatkan harta atau berlebih-lebihan.

Ibu si gadis segera mengambil langkah sederhana dan sangat mudah dengan menarik diri dari pembicaraan itu. Si ibu tahu, si pemuda berbicara dengan menggunakan fakta agama islam. Dan sangat tidak mungkin pihak ibu si gadis dapat melawan semua perkataan si pemuda itu.  

Ayah Gadis : Apakah Kamu sengaja mau berbicara mengajari masalah agama di depan kami?  
Pemuda : ehh. maaf pak. Bukan saya ingin menceramahi ataupun berbicara dan mengajari masalah agama. Tapi itulah sebuah hakikat. Terkadang kita terlalu memandang pada adat hingga lupa agama.  
Ayah Gadis : sudah lah. Kamu bisa tidak sediakan Rp.40.000.000,- kemudian kita bicarakan lebih lanjut. Kalau tidak ada, kamu tidak bakal bisa menikahi anakku!  
Pemuda : Semakin lama tentang hal itu. Mungkin pada umur saya 30 atau lebih, saya baru bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit uang tersebut dan bisa masuk meminang anak bapak.

Baiklah, kalau memang bapak memang sangat berharap dengan pendirian bapak tersebut , maka ’izinkan saya melakukan zina dengan dengan anak bapak’?  

Saat Mendengan ucapan lantang pemuda itu, Sang Ayah pun marah dan mengusir dan terkesan terlihat ingin menempeleng muka pemuda tersebut.  

Ayah Gadis : Hei! Kamu sudah kurang ajar sekali ! jaga baik-baik mulut kamu itu.
Pemuda : dengar dulu penjelasan saya pak. Apa bapak tahu mengapa alasan orang melakukan zina dan memang sudah banyak sekali orang memiliki anak di luar nikah? Sebab salah satunya hal yang seperti ini terjadi pak.  

Selalu saja orang tua perempuan menempatkan harta dengan puluhan juta rupiah untuk mahar, harus menunggu si pria mempunyai pekerjaan yang mpaan dengan gaji sangat tinggi, sampai pihak pria terpaksa menunda untuk melakukan keinginan menikahi anaknya.  Tetapi cinta dan juga n4fsu tersebut kalau tidak diwadahi dengan cara yang baik, setan yang akan selalu menjadi pihak ketiga untuk menyesatkan para manusia.

Terlebih lagi pada era zaman seperti ini yang cobaan dan kondisinya tidak seperti zaman bapak dan ibu dulu yang masih terjaga. Akhirnya mereka akan segera mengambil jalan pintas dengan cara melakukan  perzina. Pertama memang hal yang sangat ringan-ringan terlebih dahulu pak, pegang-pegangan tangan, saling memeluk, dan lain sebagainya. Tapi semakin lama akan menjadi hal yang snagat berat. Yang berat-berat itu bapak sendiri pun bisa membayangkan sendiri.  

Ayah Gadis : Lantas apa kaitan kamu dengan hendak berz!na pula !?
Pemuda : Begini logikanya. Sepertinya yang terjadi dengan anak-anak lainnya. Bapak tid4k akan pernah memberi izin kami menikah sekarang, biar ada berpuluh juta uang dulu baru bisa menikah.  Kami hendak melepaskan naf5u bagaimana pak? setiap harinya kami selalu mengenal lebih dekat dan juga semakin dewasa.  

Dia meminta saya bersilataurahim kesini untuk segera menemui Bapak dan Ibu. Sebenarnya dalam hati kami sudah ada perasaan ingin segera melakukan pernikahan, Namun kami senantiasa menjaganya hingga ‘halal’ itu tiba.Susah pak, menjaga perasaan itu.  Jika memang bapak meminta uang segitu maka dengan rendah hati saya meminta izin pada bapak untuk berz!na dengan anak bapak. Terlepas apakah yang penting bapak tahu saya dan dia hendak berz!na.  Sebab rata-rata orang yang berz!na itu orang tua tidak tau pak, tidak. Kelihatannya pemuda -pemudi zaman sekarang biasa-biasa saja padahal sebenarnya sudah pernah bahkan sering berz!na.  Ironisnya banyak orang menganggap hal itu tidak tabu lagi. 

Berzina memang bukan saja hal y4ng ehem-ehem saja. Ada z!na-z!na ringan, dan z!na mata, z!na lidah, z!na telinga dll. akan Tapi sebab hal ringan itu lah yang akan menjadi berat dan terus bertambah.

Ayah Gadis : Hmm. Kamu ini omongannya muter-muter saja dan semakin mempersulit kadaan saja. Beruntung saja kamu masih teman sekolah anakku jika tidak sudah saya hajar dari tadi. Jika memang orang lain, sudah dari tadi saya sudah hajar mukamu yang tidak punya etika itu. Begini nak, Tapi kalau tidak ada uang, bagaimana kamu mengidupi anak kami dan juga memberi dia makan??  

Pemuda : Hehe. Bapak. lupakah hal tersebut.seperti yang Allah janjikan pada kita.

Lagipula pak, kalau makan dan minum itu Insya Allah, saya memang sanggup untuk memberikannya. untuk masalah Tempat tinggal bisa kita bicarakan lagi. Kalau h4l ini bisa menjauhkan kami dari hal-hal dosa dan juga sia-sia. 

Apakah tidak lebih baik segera diacarakan saja. Bapak pun juga tdk akan mau hal-hal tak tidak diinginkan terjadi.  Bapak si Gadis Diam dengan tanpa mengeluarkan kata-kata sedikitpun, merenung dengan beberapa kata – kata si pemuda, berusaha memikirkan cara untuk segera mematahkan kata-kata si Pemuda. Dan ayah si gadis mencari akal yang sangat cerik.  untuk bisa mengusir si pria
Ayah Gadis : kamu memang tahu zaman sekarang ni. jika Kalau mengikuti cara kamu itu. Mungkin kamu tid4k akan pernah suka dengan acara persandingan y4ng mewah, Bapak bisa terima. Akan tetapi kamu apa bisa menerima apa y4ng akan orang-orang katakan. Orang yang akan mengat4kan anak aku ‘kecelakaan’ dan terpaksa menikah dengan dirimu. Mau ditaruh dimana muka keluarga ini.



Pemuda :Memang sangat Bagus juga pikiran bapak itu. Kalau sudah ‘kecelakaan’ mana mau saya menikahi an4k bapak. Karena akan selamanya anak bapak menjadi haram, orang yang zina juga tidak akan pernah menjadi halal sekalipun telah dilangsungkan sebuah pernikahan. Kalau memang bapak memaksa ya sudah. Bisa ikut nikah masal kan juga sangat bagus juga bisa berhemat akan tetapi tetap ramai.  

Ayah Gadis: Cobalah untuk serius nak!  
Pemuda: Begini pak, sekali lagi rasanya tidak perlu membayar dengan nilai puluhan juta serta mahar yang berlebihan sehingga memaksa diluar kemampuan saya.Akan tetapi saya tidak akan pernah mengatakan tidak ada walimatul urs. Sedang walimatul urs itu juga tetap diperlukan dan juga tel;ah disesuaikan dengan kemampuan. itu merupakan cara islam sesungguhnya. 

Saya bukan hendak macam-macam dengan bapak. Syariat memang seperti itu dna sudah jelas hukumnya jika beragama islam. Maha baiknya Allah sebab masih tetap dapat menjaga kita hingga detk ini, Akan tetapi hal sepele seperti ini pun kita masih memandangsangat  ringan dan kita tidak percaya dengan apa yang telah Allah janjikan kepada kita.  

Saya benar-benar mau meminta maaf kalau jika terdapat kata-kata saya y4ng membuat bapak tidak senang terhadap kalimat saya. Tidak juga bermaksud tidak ta’dzim dengan bapak dan juga ibu sekalian. Segalanya kita serahkan pada Allah, kita cuma bisa merencanakannya saja.

Azan dzuhurpun telah berkumandang, jaraknya tidak sampai 10 rumah dengan rumah si gadis. Si pemuda lalu kemudian memohon untuk ke surau dan mengajak bapak pada si gadis itu untuk pergi bersama menunaikan sholat. Namun ajakan ditolak dengan cara yang lembut. Lantas sang pemuda memberi salam dan memohon untuk keluar sebentar.  Di pinggir jendela tua si gadis melihat si pemuda yang sedang mengeluarkan kopiah dari sakunya dan segera di pakainya untuk memenuhi panggilan Allah untuk sholat.

Sedang sigadis yangdari tadi sedang berdiri di balik tirai bersama ibunya dengan meneteskan air mata yang dari tadi sedang mendengar curahan kata-kata si pemuda terhadap ayahnya. Dengan menggenggam sebuah Kerudung lebarpemberian si pemuda sebagai hadiah padany4 yang lalu digenggam sangat erat dan tidak mau untuk dilepaskanya. Ibu si gadis juga meneteskan air mata melihat sikab anaknya tersebut. Segera ibu dan si gadis ke ruang tamu untuk menghadap langsung keayahnya.  

Ibu Gadis : Apa  dikatakananak itu memang benar. Kita ini tidak pernah memperhatikan syariat-syariat agama hingga detik ini. Dan juga Terlalu melih4t dunia, adat dan apa kata orang. Padahal mereka sendiri juga tidak pernah juga peduli pada kita.

Ayah Gadis : Hmm.. entahlah, ayah saat ini tidak tahu. Begitu keras yang anak itu katakan tadi. Terserah kamu aja nak mau menerimanya ataupun tidak.  Kemudian si gadis menggapai telepon genggamnya dan mengetik pesan sms ke pemuda tersebut.  

Si Pemuda yang setelah selesai mengambil wudhu dengan tersenyum saat membaca pesan yang baru saja diterima dari si gadis, “Andai Allah sudah memilih dirimu sebagai bpendampingku untukku, aku ridho dan akan terus bersamamu, apapun yang ada pada dirimu dan y4ng kamu miliki saat in, aku juga akan terus pada agama yang ada padamu. Minggu depan ayah akan menyuruh kirim rombongan (lamaran) datang ke rumah.“  *** 


Memang Terkadang kisah seperti diatas masih saja sering terjadi di dunia kita bahkan di sekeliling kita. Wahai kalian pemuda dan pemudi yang dirahmati Allah, jika kalian merasa sudah mampu untuk membangun rumah tangga dan yakin untuk menikah. maka segerakanlah.Memang Sungguh- sungguh merugi orang yang menunda-nunda terhadap rahmatnya Allah.

Simak videonya dibawah ini:



Lamaran Ditolak Karena Miskin, Pemuda Ini Nekat Bilang Berzina Dengan Anakmu
4/ 5
Oleh